NEGARA VERSI RASULULLAH SAW


Nabi Muhammad saw selain sebagai seorang Rasul yang membawa risalah Allah SWT, beliau juga seorang kepala negara yang berkuasa dan memerintah dengan menerapkan hukum-hukum Allah SWT yang diwahyukan kepada beliau. Allah SWT berfirman :
“Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…” (QS. Al Maidah : 48)
Sebagai Kepala Negara Rasulullah saw. telah mewujudkan realitas hukum pemerintahan sbb.:
1. Menjadikan syahadat “LAAILAHA ILLALLAH Muhammad Rasulullah”, sebagai asas kehidupan dalam seluruh aspeknya, seperti pengaturan hubungan manusia, penyelesaian persengketaan, asas hubungan luar negeri, dll.
2. Mengangkat para Pejabat yang membantu beliau dalam menjalankan tugas pemerintahan, seperti :
a. Mu’awin (Wazir), yang bertugas sebagai Wakil (pembantu) Kepala Negara. Dalam hal ini beliau telah mengangkat Abu Bakar dan Umar sebagai pembantunya. Sabda Rasulullah : “..Dua orang pembantuku dari penduduk bumi adalah Abu Bakar dan Umar”
b. Wali dan Amil yang bertugas sebagai Penguasa Wilayah di tingkat semacam Propinsi dan Kabupaten. Beliau telah mengangkat Badzan bin Sasan sebagai wali di Yaman, Abu Dujanah sebagai Amil di Madinah, dll.
c. Qadli (Hakim), yang bertugas sebagai pemutus perkara-perkara masyarakat (warga negara muslim maupun non muslim). Beliau mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai qadli di Yaman, Abdullah bin Naufal qadli di Madinah.
d. Al Jaisy atau AB, yang menjaga keamanan dalam negeri dan menjalankan misi jihad. Beliau mengangkat Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abdul Muthalib, dan Abdullah bin Rawahah, sebagai komandan pasukan negara kaum muslimin untuk memerangi pasukan Romawi pada perang Mu’tah, dll. Beliau sebagai Panglima AB, dalam banyak kesempatan memimpin langsung pertempuran, seperti perang Badar, Uhud, Fathu Makkah, dan Tabuk.
e. Pejabat Administrasi, yang mengurus administrasi negara dan kebutuhan masyarakat. Beliau mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai penulis piagam gencatan senjata dengan Quraisy, Mu’aiqib bin Abi Fathimah sebagai pencatat harta ghanimah, dll. Beliau juga mengangkat Mudir (semacam) direktur urusan kemaslahatan rakyat.
3. Melakukan musyawarah dengan kaum muslimin, khususnya dengan 14 orang sahabat Anshar dan Muhajirin, seperti : Hamzah, Abu Bakar, Umar, Ja’far, dll, Majlis Umat (Syura) yang pertama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s