~ Seni Cinta Sejati ~



 

Oleh : Daenur Rahman

Ramai orang percaya bahwa cinta tiada diikat oleh seni. Malah ada pujangga yang berkata bahwa cinta lebih tinggi dari segala peraturan. Pada hakikatnya cinta ada seninya untuk membedakannya dari yang lain. Jika tinggi seni cinta itu, dan di praktekkan seni itu, maka tinggilah nilai cinta itu. Sesungguhnya nilai estetika cinta tidak boleh dipisahkan dari nilai etikanya. Jika dipisahkan, maka cinta itu akan jadi hampa dan buta. Berikut adalah Seni Cinta Sejati untuk anda praktekkan :-

Seni Berpikir

Cinta Sejati itu tidak buta. Cinta itu dikaruniakan kepada makhluk yang berakal. Karena cinta memerlukan akal bagi menilainya dari sudut mutu etikanya. Cinta itu bukanlah segala-galanya. Walaupun ia penting dalam hidup, Iman yang lebih penting dari cinta. Dengan adanya Iman, barulah anda boleh mencintai dengan Cinta Sejati. Cinta juga perlu kepada akal karena cinta tergolong kepada hal nafsu.

Cinta perlu kepada pedoman atau peraturan. Tanpa pedoman, cinta akan buta dan meraba-raba. Cinta Sejati tidak pernah menolak pedoman dan tidak lupa pada pedoman hidup, iaitu ISLAM. Cinta itu amanah. Ia bukan hak anda. Sebagaimana halnya dengan diri anda, cinta juga adalah amanah. Tidak wajar untuk anda jadikan amanah itu untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain.

Cinta Sejati itu sifatnya sejumlah. Artinya walaupun anda cinta kepada kekasih anda, ia hanya sebahagian dari cinta yang menyeluruh. Cinta Sejati itu adalah cinta kepada Pencipta anda, cinta pada diri anda, cinta kepada ibu bapa anda, cinta kepada masyarakat anda, cinta kepada agama anda, dan dalam masa yang sama cinta kepada kekasih anda. Karena sifatnya sejumlah dan menyeluruh, maka Cinta Sejati akan menjadi adil. Ia meletakkan cinta pada yang berhak untuk dicintai dan setakat mana patut dicintai. Ia tidak melebihkan cinta kepada kekasih saja hinggakan lupa pada cinta yang lain.

Cinta Sejati tidak perlu disebut. Ia khas untuk anda. Ia bukan hak orang lain. Jika anda beri Cinta Sejati, ia tidak semestinya dibalas oleh orang yang anda beri. Tapi anda tidak akan kecewa bila cinta tidak berbalas karena anda tahu anda bercinta di bawah naungan Pencipta, yang tentu membalas kebaikan terhadap cinta anda yang putih bersih.

Seni Merasa

Cinta yang anda nikmati sedikit demi sedikit berkat kesabaran itulah yang lebih membahagiakan anda. Anda tidak perlu gelojoh dalam cinta. Ini karena jika anda gelojoh, anda mungkin seronok sebentar saja tapi merana sepanjang hayat.

Merasa Cinta Sejati terhadap kekasih ialah mendapat nikmat peringkat kedua, yang sederhana sifatnya, tidak melampau-lampau. Anda tidak terlalu terbawa-bawa oleh perasaan bila cinta anda sejati. Anda masih boleh membuat pertimbangan yang wajar.

Jika kecewa bercinta, jangan hingga berputus asa, karena rahmat Pencipta masih dikurniakan untuk anda. Cobalah rasakan betapa beruntungnya anda merasakan nikmat-Nya yang lain, dan bersyukurlah kepada-Nya.

Seni Bertindak

Jangan mendahului ketentuan. Anda perlu banyak bersabar dalam bercinta. Bila sampai masanya anda akan dihalalkan untuk membuktikan cinta kepada mereka, barulah anda membuktikannya itulah Cinta Sejati.

Jikalau anda bercinta sebelum menikah, layanilah sekadar saja. Yang penting ialah menikahi kekasih anda, itulah artinya menerima cintanya, karena nikah adalah ikatan cinta.

Andai kata anda bercinta sebelum menikah dan kekasih anda mau merasakan kehormatan anda, jauhilah dia dan jangan rasa kesal akibat kehilangannya. Mudah-mudahan anda akan mendapat kekasih yang jauh lebih memahami Cinta Sejati dan tulus dalam cintanya terhadap anda.

investasikan cinta anda hanyalah setelah menikah. Berdoalah agar cinta itu di ridhoi-Nya dan senantiasa mendapat rahmat-Nya. Mohonlah kepada-Nya agar dikaruniakan kepada anda nikmat Cinta Sejati yang tiada taranya.
Cinta Sejati atau Cinta Suci itu tidak buta. Cinta ini Anugerah dan Anugerah cinta itu dapat memberikan Anugerah yang lain. Cinta Sejati tidak buta dan tidak wajar dikatakan buta. Cinta yang buta ialah cinta yang bernoda. Cinta yang buta itu segalanya buta. Buta tentang cara dan peraturan cinta, buta tentang tanggung jawab cinta, buta tentang hikmah cinta, malah buta tentang hakikat diri. Cinta yang buta itu cacat, karena ia buta. Sayangnya ramai yang suka kepada cinta buta, membiarkan dirinya hanyut dibawa arus geloranya, tersandar di celah akar pohon kecewa, lalu berkata, ‘Cinta Itu Buta’. Cinta Sejati bukan seperti cinta Laila dan Majnun atau Romeo dan Juliet. Cinta Suci adalah seperti cinta Rasulullah dan Siti Khadijah, atau Saidina Ali dan Siti Fatimah.

Sumber : S.B .M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s